Pelatihan ekspor untuk pemula: pemilik brand, pemilik produk, sampai kamu yang belum punya produk tapi ingin ekspor. Mulai dari skala kecil atau besar, semua bisa, asal urutannya benar.
Akhirnya tidak mulai-mulai, atau mulai dari belakang lalu banyak yang jadi mubazir.
Seolah semuanya harus lengkap dulu. Padahal tidak selalu begitu.
PT, website, company profile, Instagram, ads, marketplace, B2B portal dibuat duluan. Tapi belum jelas: produk cocok ke mana, buyer siapa, harga market berapa, dan kita bisa masuk di posisi mana.
Semua tools membantu kita ditemukan. Tapi kenapa harus selalu menunggu? Kenapa bukan kita yang mencari buyer, bahkan memilih mereka?
Buyer tidak membeli "produk umum", mereka membeli spesifikasi. Satu pertanyaan seperti "Can you send the CoA?" bisa membuat kita mencari jawabannya berhari-hari.
Contoh kasus: organic coconut sugar ke California. Approval FDA supplier kedaluwarsa, clearance terganggu, demurrage muncul, margin tergerus.
Ekspor punya banyak bentuk: air freight, FCL/container, atau shipment bertahap. Beda volume, beda cara kirim, tetap ekspor.
Sudah punya produk dan ingin tahu ke negara mana, ke buyer siapa, dan di harga berapa produk bisa masuk.
Ingin ekspor tapi belum tahu jualan apa. Kamu belajar membaca kebutuhan barang di market, lalu memilih produk dari data.
Belum pernah ekspor, belum paham istilah. Kita mulai dari dasar, bukan dari jargon.
Kerangka enam langkah untuk membaca sebuah market sebelum mengeluarkan uang.
Tahu nama produk belum berarti paham produk. Pelajari spesifikasi, grade, size, moisture, yield, dan perilaku supplier. Knowledge adalah bagian dari risk management.
Dari 53 negara tujuan, kita tidak perlu menembak semuanya. Pilih satu untuk dibedah berdasarkan data transaksi.
Data tidak selalu rapi. Satu perusahaan bisa muncul dengan banyak variasi nama, jadi kamu belajar membersihkan dan membaca polanya. Tidak semua buyer harus dikejar.
Cek spec, sumber barang, harga, kapasitas, kualitas, dokumen, lead time, dan payment terms. Jangan kejar buyer yang tidak match dengan kesiapan kita.
Positioning tidak dibuat dari tagline. Ia ditemukan dari produk, market, dan kesiapan kita. Lebih baik 1 produk dikenal 1.000 buyer daripada 1.000 produk untuk 1 buyer.
Website, company profile, social media, ads, B2B platform, email outreach, pameran, dan business trip. Tools memperkuat arah yang sudah jelas.Plus: pahami supply chain, payment risk (L/C, DP), compliance, exit plan, dan eksekusi.
Tidak berhenti di teori. Peserta melihat contoh produk yang punya pasar, cara menemukan buyernya, dan cara mempelajarinya sebelum approach.
Satu pohon, beda produk, beda industri, beda buyer: cocopeat, coco fiber, charcoal, briquette, desiccated coconut, VCO, coconut sugar, nata de coco, dan lidi.
Fresh red snapper, teripang, dan komoditas perikanan lain, lengkap dengan cara membaca harga dan volume per supplier.
Di sesi praktik kita mulai dari produk kamu sendiri, bukan lagi contoh red snapper.
Produk, negara tujuan, dan level harga yang sedang aktif bertransaksi.
Dibuka di kelasNama buyer aktif per negara, pola pembelian, dan supplier existing mereka.
Dibuka di kelasDaftar pertanyaan untuk menilai buyer dan kesiapan kamu sebelum approach.
Dibuka di kelasContoh di kelas: fresh red snapper (HS 03028918). Dari 11.127 transaksi ke 53 negara, kita pilih satu market, satu buyer, lalu baca pola belinya: frekuensi, volume per shipment, harga, dan pemasok.
Data memberi arah. Market memberi jawaban. Setelah itu tetap harus validasi, komunikasi, dan turun ke market.
Materi ini lahir dari perjalanan nyata: impor barang dari China dan jual lewat marketplace hingga ribuan unit, belajar ekspor lewat pelatihan, misi dagang, dan forum business matching, lalu turun langsung ke produsen, pameran seafood internasional, dan pelepasan container ekspor.
Terlalu "kebelet ekspor": semangat ada, fundamental belum. Dari sini cara berpikir berubah.
Bukan bergerak dulu baru mencari jawabannya. Cari jawabannya dulu, baru bergerak.
Riset, sourcing, persiapan, pengiriman, sampai bertemu market di pameran. Bukan hanya cara riset.
Bawa laptop agar sesi praktik lebih maksimal.
Boleh. Kamu akan belajar membaca kebutuhan barang di market dan memilih produk dari data, bukan menebak.
Bisa. Ekspor punya banyak bentuk, dari air freight dan shipment bertahap sampai FCL. Kamu belajar memilih bentuk yang sesuai kesiapanmu.
Tidak harus di awal. Justru PT, website, dan company profile sering dibuat terlalu dini. Kita mulai dari fundamental dulu.
Di kelas kita membahas produk yang diminati dan cara menemukan serta mempelajari buyer. Jangan approach dulu, pelajari cara mereka membeli.
Tidak ada jaminan. Pelatihan ini memberi kerangka berpikir dan cara kerja, supaya kamu tahu pertanyaan apa yang harus ditanyakan dan langkah apa yang harus diambil.
Red snapper hanya contoh. Bagaimana dengan produk kamu? Market mana, buyer siapa, volume, harga, dan exit plan.
Daftar Pelatihan Sekarang